Ular Sanca Tidak Boleh Di Minta Oleh Warga

Ular Sanca Tidak Boleh Di Minta Oleh Warga – Gagasan petugas Balai Perlindungan Sumber Daya Alam (BKSDA) Lokasi 6 Probolinggo ambil ular sanca kembang tidak terwujud. Pemicunya, warga minta uang capek penangkapan. Petugas BKSDA malas menuruti.

Dialog Kepala BKSDA Lokasi 6 Probolinggo Sudartono yang didampingi seseorang staf dengan warga di gelar dirumah satu diantara warga Keluarahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Kamis (22/2/2018) sekitaran jam 11. 30 WIB. Ada salah satunya 3 warga penangkap ular, perwakilan RT, piranti desa, serta Babinsa Koramil.

Satu diantara warga, Kuspriyono, menerangkan ada 6-7 orang yang turut menangkap ular sanca memiliki ukuran 5 mtr. serta berbobot 20 kg itu. ” Kami bertaruh nyawa. Jadi kami belum juga dapat menyerahkan ular bila belumlah ada ubah rugi, ” tuturnya.

Sudartono menerangkan ular itu termasuk juga hewan dilindungi. Dengan status itu, jadi tidak bisa diperjual-belikan.

” Tak ada arti jual beli untuk hewan dilindungi, ” tuturnya. Warga menepis pernyataan itu. Bahkan juga minta keterangan UU yang mengatur hal itu. Warga bersikukuh tidak menyerahkan ular. Menurut mereka, semestinya yang menangkap ular petugas BKSDA, bukanlah warga. Semestinya waktu info ular berkeliaran di dekat permukiman 1-2 bln. lantas, petugas turun tangan.

” Saat ini demikian telah di tangkap, ingin di ambil. Harusnya petugas yang menangkap, ” kata warga yang lain.

Walau ditengahi perwakilan RT serta piranti desa dan Babinsa Koramil, dialog buntu. Warga mengakui juga akan berembuk sekali lagi dengan sebagian yang turut menangkap ular. Mereka menanti sikap warga yang lain.

Pada akhirnya Sudartono serta staf balik kanan. Sebelumnya pergi sekitaran jam 14. 00 WIB, mereka memohon warga melepas lakban yang tutup mulut ular. Warga sepakat. Saat ini ular yang di tangkap pada Senin (19/2) malam, sedikit dapat bernapas lega. Untuk nasib ular setelah itu masih tetap menanti ketentuan rembuk warga malam kelak, apakah diserahkan ke BKSDA untuk dilepasliarkan di lokasi spesifik atau dikuasai warga serta tetaplah dikerangkeng di kandang kecil.